barong Bali

Tari Barong menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Bali. Kebanyakan dari mereka tidak hanya ingin mengejar keindahan alam Pulau Dewata Bali, melainkan juga mengenal kebudayaannya. Tarian khas Bali ini menceritakan mitologis gambaran binatang beruang yang memiliki kekuatan gaib dan dianggap dapat melindungi manusia.

Masyarakat Bali menganggap Barong adalah tarian yang sakral. Itu mengapa selain hiburan, tarian diwariskan para leluhur dari kebudayaan pra-hindu ini kerap ada di pertunjukkan pada penyelenggaraan upacara adat. 

Sejarah Tari Barong

foto: Instagram/@barongbali_

Jika membahas sejarah tarian Barong, hingga saat ini banyak sekali versinya. Ada yang menyebutkan barong merupakan tarian tradisional yang sudah ada sejak dulu sebagai kesenian masyarakat Austronesia. Di mana tarian tersebut berisikan kisah Bhatara Pancering Jagat dan sang istri, Ratu Ayu Dalem Dasar.

Kemudian versi lainnya menyebutkan tarian Barong diambil dari cerita suci pada Itihasa Bali. Dikisahkan Barong dan Rangda yang memiliki keterkaitan dengan cerita Siwa saat mencari Dewi Uma.

Ada pula yang menyebutkan Barong Bali merupakan pengembangan dari Reog Ponorogo. Dikisahkan Raja Airlangga membawa kesenian barong ke Bali pada saat dia mengungsi.

Namun bagi masyarakat Bali sendiri, Barong diyakini ada sejak abad ke-19. Tarian ini ditampilkan pertama kali di hadapan Raja Klungkung. Kala itu para penari mengenakan kostum dariĀ  Braksok dan memakai topeng. Penari yang terdiri dari 36 orang itu dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing dari mereka memainkan peran pasukan raja kera dan pasukan rahwana.

Kostum Penari Barong

Penari Barong mengenakan kostum yang bernama Ket atau Keket. Seperti yang diketahui, Barong dimainkan dua orang penari, satu penari mengambil posisi di bagian depan, memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sedangkan penari kedua di belakang memainkan kaki belakang dan ekor barong.

Mitos dan Makna Tari Barong

foto: Instagram/@nanow_id

Jika diperhatikan, secara sekilas gerakan dan bentuk permainan tari Barong hampir mirip dengan barongsai yang berasal dari China. Meski begitu mengenai sejarahnya tentu tidak sama, keduanya memiliki jalan cerita berbeda. Tarian Barong menceritakan Barong dan Rangda, serta tokoh-tokoh lainnya.

Tari Barong ini lekat hubungannya dengan nilai-nilai kehidupan, yakni pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Sosok baik digambarkan melalui barong dengan wujud makhluk buas berkaki empat, di mana gerakannya dikendalikan oleh dua penari. Sementara kejahatan diperankan Rangda yang berwujud perempuan menyeramkan dengan dua taring tajam dan besar pada mulutnya.

Fungsi Tari Barong

Tarian secara mitologis dikenal sebagai gerakan untuk mengusir penyakit, biasanya dikarenakan oleh roh-roh jahat yang mengganggu manusia. Bagi masyarakat Bali, Barong merupakan tarian sakral, di mana tarian ini dianggap suatu yang memiliki makna sangat besar, bahkan posisinya setara dengan kekuasaan dewa-dewa Hindu.

Jika merujuk sekarang ini, tentu saja tarian ini mengalami pergeseran. Masih dianggap sakral, namun lebih modern, dari segi fungsi dan kegunaannya. Sekarang tarian ini sebagai hiburan karena pengaruh kehidupan sosial.

Munculnya beragam idealisme dari beberapa kalangan, seperti seniman, pariwisata, adat, agama dan pemerintah, sehingga muncullah tari Barong sebagai budaya baru yang dijadikan hiburan. Meski begitu, tari Barong tetap menjadi tarian sakral untuk ritual-ritual tertentu. Tergantung, dalam acara apa tarian ini dipentaskan.

Jenis Tari Barong

Tidak hanya satu, tarian Barong terdiri dari beberapa jenis.

>>Baca juga: 15 Tarian Bali Terpopuler beserta Rekomendasi Tempat Pertunjukan

foto: Unsplash/Hari Ramana

Tari Barong Ket

Jika kamu sering melihat tarian Barong di Bali, kemungkinan besar itu adalah tarian Barong Ket.

Tari Barong Bangkal atau Barong Bangkung

Tari Baring Bangkal atau Barong Bangkung ini menggambarkan wujud dari Barong ini adalah menyerupai babi hutan. Jenis yang cukup berbeda apabila biasanya kamu melihat tari barong lain berbentuk menyerupai singa.

Tari Barong Macan

Berbeda dengan Barong Ket dan Barong Bangkal, Tari Barong Macan menggambarkan barong sebagai sesosok yang menyerupai singa besar yang garang.

Tari Barong Asu

Barong ini menyerupai Anjing, jenis tarian ini termasuk langka di Bali. Biasanya hanya dipentaskan di beberapa daerah adat tertentu di Bali. Barong dalam tarian Barong Asu ini menggambarkan sosok barong yang menyerupai wujud anjing, atau ‘asu’ dalam bahasa Bali.

Tari Barong Landung

Wujud dari Barong ini menyerupai manusia, dan biasanya dipentaskan berpasangan antara Barong berwajah laki-laki dan Barong berwajah perempuan.

Barong Gajah

Seperti namanya, Barong ini menyerupai Gajah. Jenis tarian barong ini juga sangat langka di Bali dan hanya dipentaskan di sebagian kecil tempat pementasan di kawasan Bali. Barong digambarkan sebagai sesosok berwujud gajah besar dan kekar.

Barong Brutuk

Jenis tarian Barong ini dapat dijumpai di desa Trunyan, Kintamani, Kabupaten Bangli. Jenis tarian barong yang satu ini berbeda dari Barong lainnya, karena cenderung mirip topeng dan penampilannya juga sangat sederhana, tidak seheboh seperti pementasan Barong Ket.

Barong Kedingkling

Barong ini berbentuk kostum topeng dengan masing-masing karakter ditarikan oleh seorang penari. Tarian ini ditampilkan secara ngelawang berkeliling desa dari seperti barong bangkal dan macan.

Keunikan Tari Barong

Tari Barong memiliki keunikan, berikut beberapa keunikannya.

  • Tokoh Barong yang menjadi pemeran utama dalam pertunjukan Tari Barong
  • Tari Barong menggambarkan sebuah cerita mengenai keburukan dan kebaikan duniawi pada alam tempat manusia hidup
  • Memiliki alur cerita, unik dan sakral
  • Penari melakukan gerakan-gerakan enerjik dan langka
foto: Unsplash/Andrea Stajkic

Lokasi Pertunjukkan Tarian Barong

Tari Barong di Batubulan

Batubulan dikenal sebagai desa seni, banyak pertunjukkan seni dipertontonkan di sini. Tarian Kecak dan Barong menjadi ikonik desa ini.

Di desa Batubulan ada tiga stage atraksi Tari Barong, Sila Candra Stage, Sahadewa Stage, dan Denjalan Stage. Masing-masing dari pertunjukkan ini memiliki durasi 1 jam, bisanya di mulai dari 09.00 hingga 10.00 WITA.

Cek lokasinya di Google Maps

Tari Barong di Ubud

Ubud tentunya sudah menjadi kawasan paling familiar di Bali. Di sini juga terdapat atraksi budaya, tari Kecak dan Barong.

Tari Baring berlokasi di Puri Saren, Pura Saraswati Ubud, Padangan Kerta, Arman, Museum dan Pura Dalem Ubud.

Pertunjukkan diadakan setiap Senin, pukul 19.00 WITA dan yang berlangsung di Pure Ubud, setiap Kamis, pukul 17.30 WITA. Sementara di Pura Dalem Ubud, setiap Kamis, pukul 19.30 WITA.

Cek lokasinya di Google Maps

Tari Barong di Taman Budaya GWK

Tepatnya di Amphitheater, di sini memang kerap digunakan untuk pertunjukkan seni budaya, termasuk tarian Barong. Amphitheater terbilang cukup besar, karena mampu menampung 800 penonton. 

Untuk jadwal pertunjukkan, tarian Barong dan Keris di mulai dari pukul 10.00 sampai 10.40 WITA. 

Sementara untuk pertunjukkan Tari Bali Barong, Kera, Rangda dimulai jam 14.00 sampai 14.40 WITA.

Cek lokasinya di Google Maps

Tari Barong di Sawung Kauh Denpasar

Pertunjukkan tari Barong di sini dilaksanakan setiap hari pada pukul 09.00-10.30 WITA.

Cek lokasinya di Google Maps

Harga Tiket Tari Barong

Jika kamu berminat untuk menyaksikan pertunjukkan tarian tradisional ini, maka ada tiket yang haru kamu beli, yakni sebesar Rp 100.000 sampai 150.000 per orang. Sementara anak-anak dikenai Rp 75.000 per anak.