Menjadi pulau yang mayoritas penduduknya beragama Hindu membuat Bali memiliki banyak tempat wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi. Kebudayaan Bali ini bisa kamu lihat dalam berbagai wujud. Salah satunya adalah pura atau tempat peribadatan pemeluk agama Hindu. Ada banyak pura di Bali yang menawarkan berbagai keindahan dan eksotisme yang tiada duanya. Salah satunya adalah Pura Luhur Uluwatu.

Keindahan pura ini memang nggak perlu diragukan lagi. Pasalnya kamu bisa melihat pemandangan samudra lepas dari atas bukit kapur saat berkunjung ke salah satu tempat beribadah umat Hindu ini. Dan juga kamu bisa melihat pemandangan sunset yang sangat indah dan menawan. Untuk sampai ke pura yang berada di atas bukit ini, kamu harus berjalan lumayan jauh dari tempat parkir kendaraan. Tapi, pasti nggak akan terasa lelahnya. Karena, kamu bisa melihat pemandangan sambil berinteraksi dengan beberapa monyet yang ada di sepanjang jalan.

Pura yang lokasinya berada di Uluwatu ini memiliki status sebagai penyangga poros mata angin atau yang dikenal dengan Pura Sad Kahyangan Jagat. Menariknya, pura ini memiliki ketinggian 97 mdpl dan berada di atas bukit karang lho. Nggak heran kalau tempat ini juga disebut sebagai Pura Uluwatu. Penamaan Uluwatu sendiri menurut Bahasa Sansekerta berarti puncak batu karang. Umat Hindu sering menggunakan pura ini untuk menyembah Dewa Siwa. 

Foto : Instagram.com/@simone_smcg

Sejarah Pura Uluwatu

Sejarah berdirinya Pura Uluwatu memiliki dua versi yang berbeda. Yang pertama yaitu pura ini didirikan oleh Empu Kuturan. Empu Kuturan sendiri merupakan salah satu dari Panca Pandita yang tiba di Bali pada abad 923. Untuk versi yang kedua, pura ini dibangun pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong oleh Dang Hyang Nirartha yang merupakan pendeta yang berasal dari Kediri Jawa Timur.

Dang Hyang Nirartha sendiri konon pergi ke Bali pada tahun 1546 untuk melakukan perjalanan spiritual. Perjalanan spiritual tersebut berakhir tepat di selatan Bukit Pecatu. Tempat Pura Luhur Uluwatu berdiri. Setelah membangun pura tersebut diceritakan bahwa Dang Hyang Nirartha pergi meninggalkan dunia (marcapada) menuju surga (swargaloka). 

Sebelumnya, area Pura Uluwatu merupakan daerah yang tertutup semak belukar dan tidak terlihat. Hingga akhirnya pada tahun 1983 peneliti menemukan pura bersejarah tersebut. Namun, pada tahun 1999 bangunan Pura Uluwatu Bali tersambar petir sehingga terjadi restorasi besar-besaran dan jadilah pura yang secantik sekarang. 

Fasilitas Wisata Pura Uluwatu

Selain pemandangan Samudra Hindia yang memanjakan mata, kamu juga bisa menikmati hutan saat ke Pura Uluwatu. Hutan yang ada di Pura ini merupakan tempat tinggal gerombolan kera Bali. Kamu juga bisa berinteraksi dengan kera yang ada di sana lho. Jenis kera yang ada di Hutan Uluwatu memiliki ekor panjang dan berwarna abu-abu. 

Foto : Instagram.com/@petershishkov

Nggak cuma itu saja, saat ke Pura Uluwatu kamu juga bisa menikmati pementasan tari khas Bali yaitu Tari Kecak. Tari Kecak merupakan tari yang bercerita tentang kepahlawanan legendaris dan diambil dari Kitab Ramayana. Pertunjukan ini bertempat di Flavian Amphitheatre atau Coliseum teater.

Dengan tempat  outdoor dan pemandangan sunset yang indah sebagai latar belakang tarian ini membuat pementasan menjadi lebih apik dan eksotis. Selain Tari Kecak, ada juga Tari Api atau Fire Dance yang bisa kamu nikmati di sini. Keunikan Tari Kecak berada pada nyanyian penari laki-laki yang terdengar seperti “keh-chak”. Tari Kecak Uluwatu bisa dimainkan 50 hingga 100 penari dengan duduk melingkar menggunakan sarung hitam putih. Pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu dimulai pukul 18.00 sampai 19.30 WITA.

Foto : Instagram.com/@ayufany

Buat kamu yang hobi surfing, kamu bisa melihat beberapa wisatawan atau warga lokal yang berselancar di pantai bawah pura. Yaps, pantai yang ada di bawah tebing ini bernama Blue Point Uluwatu. Pantai yang memang sering digunakan untuk berselancar. Pemandangan ini nggak bisa kamu dapatkan di tempat lain kan? Nggak cuma itu, pemandangan batu karang di bagian bawah pura juga sangat indah untuk dijadikan spot foto. 

Saat berwisata ke Pura Uluwatu nggak perlu khawatir jika ingin mengisi perut saat mengelilingi tempat ini. Banyak kuliner yang bisa dijumpai di sekitar pura. Pastinya banyak makanan khas Bali juga. Mulai dari warung makan, restoran, dan kafe bisa kamu temukan di sana. Bahkan beberapa penginapan dan hotel yang nyaman siap untuk kamu jadikan tempat istirahat. Pura ini juga memiliki tempat parkir yang cukup luas. Jadi buat yang ingin berkunjung ke sini nggak perlu khawatir tentang tempat parkir.

Pesona alam dan keindahan budaya Pura Uluwatu ini memang nggak perlu kamu ragukan lagi. Sangat eksotis dan romantis membuat Pura Hindu Kuno yang satu ini menjadi tempat wisata favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan beberapa spot yang sangat Instagramable membuat Pura Uluwatu banyak juga didatangi wisatawan milenial. Berbagai peninggalan sejarah Umat Hindu juga yang bisa kamu temukan di sini. Tempat ini akan cocok buat kamu yang ingin mengeksplor kebudayaan Bali. 

Foto :Instagram.com/@javi_travelworld

Harga Tiket Masuk Pura Luhur Uluwatu Bali Terbaru

Jika kamu berminat mengunjungi tempat sakral di Bali ini ada baiknya kamu memerhatikan beberapa hal kecil sebelum berangkat. Saat ke Pura Uluwatu, kamu sebaiknya menggunakan pakaian yang sopan ya. Karena tempat ini merupakan tempat ibadah bagi umat Hindu. Selain pakaian, kamu juga harus sopan dan menjaga sikap saat ke tempat ini. Hindari membawa barang berharga seperti anting-anting mahal, kalung mahal, kacamata hitam dan yang lainnya.

Jika barang berharga kamu diambil oleh monyet, coba untuk menukarnya dengan memberi mereka pisang atau kacang. Ini juga merupakan salah satu tips trik saat mengunjungi Pura Uluwatu dan biasanya berhasil. Dikarenakan monyet yang ada di sana sedikit nakal, kamu juga bisa menyewa pawang monyet saat berkeliling. Hanya membayar sekitar Rp. 10.000 sampai Rp.20.000 sebagai rasa terima kasih.  

Lalu, berapa sih tiket masuk ke Pura Uluwatu sendiri? Untuk memasuki kawasan pura ini, kamu cukup membayar tiket masuk sebesar Rp. 30.000 per orang. Sementara tiket untuk anak-anak yang berusia 6-12 tahun cukup dengan Rp. 20.000. Selain dikenakan tiket sebesar Rp. 150.000 dan untuk anak-anak sebesar Rp. 75.000. Dengan harga tersebut kamu bisa melihat tarian khas Bali dengan background alam matahari tenggelam yang sangat indah.

Foto : Instagram.com/@umaridrus

Lokasi dan Alamat Pura Luhur Uluwatu

Berminat untuk berwisata ke Pura Luhur Uluwatu? Kamu bisa mengunjungi alamat berikut ini

Alamat:

Pecatu, Kec. Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Atau kamu bisa langsung check di Google Maps

Pura eksotis nan romantis ini buka selama 12 jam yaitu pukul 07.00 WITA sampai pukul 19.00 WITA. Tapi, pura ini terbuka 24 jam tanpa biaya bagi siapa saja yang ingin beribadah di sini lho. Setiap hari wisatawan bisa berkunjung ke tempat ini. Hanya saja, saat ada perayaan keagamaan Umat Hindu pura ini tentunya tutup.

By Weni Arfiyani

A professional writer.