Patung Garuda Wisnu Kencana adalah monumen ikonik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan di Bali. Tempat yang satu ini bisa jadi salah satu tujuan wisata yang wajib kamu kunjungi. Kurang afdol rasanya jika berlibur ke Bali tanpa mengunjungi Garuda Wisnu Kencana alias GWK. Banyak keindahan budaya Bali yang ditawarkan di sana. Karena itu tempat ini wajib banget masuk list rekomendasi tempat wisata di Bali yang kece abis.

Daya tarik utama dari tempat wisata ini adalah Patung Garuda Wisnu Kencana yang diukir langsung oleh I Nyoman Nuarta. Tak tanggung-tanggung, patung tersebut digadang-gadang sebagai patung tertinggi di dunia urutan ketiga setelah Spring Temple Buddha di China, serta bisa mengalahkan Patung Liberty yang tingginya hanya 93 meter.  Patung GWK memiliki tinggi 121 meter dengan lebar 65 meter. Nggak heran kan kalau banyak turis yang penasaran sama patung megah satu ini. Saking tingginya, kamu bahkan bisa melihat Patung GWK dari jarak 22 kilometer.

Foto: Instagram.com/@gwkbali

Apa Saja Yang Ada di GWK?

GWK Cultural Park menawarkan berbagai fasilitas yang cukup lengkap buat wisatawan. Ada hall, plaza, restaurant, taman, bahkan pusat oleh-oleh. Bahkan, GWK juga menawarkan fasilitas menarik buat kamu yang pengen mengadakan acara di tempat ini. Pihak pengelola memfasilitasi kamu yang pengen bikin acara publik, baik skala kecil maupun besar. Jadi, jangan ragu untuk menghubungi pihak pengelola kalau kamu mau menggelar acara di kawasan wisata ini ya.

Selain bangunan patung yang megah dan berbagai fasilitas yang ada di sana, kamu juga bisa melihat pemandangan matahari terbenam yang sangat indah di GWK Culture Park. Kamu juga bisa menikmati labirin karst yang eksotis banget. Pepohonan hijau yang ditanam rapi di tempat ini juga menambah kesan sejuk lho. Berkunjung di sore hari bakal bikin liburan kamu makin berkesan. Senja dipadukan embusan angin yang menerpa bakal memberi kesan menenangkan.

Nggak sampai di situ aja daya tariknya, berbagai acara hiburan dari pagi sampai malam siap menemani wisata kamu di tempat yang satu ini. Salah satunya adalah pertunjukan tari khas Bali yang bisa kamu nikmati.

Foto: Instagram.com/@gwkbali

Jadwal Pertunjukan Tari di GWK

Biasanya satu tarian memakan waktu sekitar 40 menit. Untuk jadwal tariannya bisa kamu simak di sini ya. Mulai dari jam 11.00 WITA akan ada Tari Sekar Jepun, Tari Kebyar Duduk, dan Tari Topeng Monyer. Lalu di jam 12.00 WITA akan ada pertunjukan Tari Jauk Keras dan Tari Oleg Tamulilingan. Di jam 13.00 WITA kamu bisa menyaksikan Tari Sekar Jepun, Tari Jauk Manis, dan Tari Kebyar Duduk.

Jadwal selanjutnya, di jam 14.00 WITA ada Tari Topeng Monyet dan Permainan Angklung. Nah, kalau kamu ingin menyaksikan tarian khas Bali yang terkenal yaitu Tari Barong, kamu bisa menonton di jam 15.00 WITA yang diikuti oleh Tari Oleg Tamulilingan dan Tari Jauk Manis ya.

Di sore hari jam 16.00 WITA Tari Joged Bumbung akan dipentaskan. Untuk penutup, kamu bisa menyaksikan pementasan Tari Kecak Garuda Wisnu Kencana di jam 18.00 WITA.

Harga Tiket Masuk GWK

Kira-kira berapa sih harga tiket masuk ke GWK? Buat kamu yang tertarik berlibur ke tempat yang satu ini, nggak usah khawatir. Harga tiketnya cukup terjangkau kok buat semua kalangan. Untuk memasuki objek wisata GWK, kamu perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 125.000 untuk dewasa dan Rp. 100.000 untuk anak-anak.

Harga tiket masuk di sini tidak dibedakan antara wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Kalau kamu ingin masuk ke area patung GWK, kamu perlu membayar tiket lagi sebesar Rp. 50.000. Jangan sampai ketinggalan ya, karena tour masuk ke patung GWK hanya sampai jam 17.00 WITA.

Foto: Instagram.com/@gwkbali

Dimana Letak GWK dan Jam Bukanya

Buat kamu yang tertarik ingin berkunjung ke objek wisata budaya GWK ini, kamu bisa mengunjungi alamat di bawah ini.

Alamat :

Jl. Raya Uluwatu, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali 80364. Atau bisa langsung check lokasinya di Google Maps.

Akses menuju tempat ini sangat mudah buat wisatawan. Bahkan kalau kamu pertama kali berkunjung ke Bali, menemukan tempat wisata ini nggak akan jadi PR tersendiri. Kamu nggak perlu khawatir karena memang tempat ini sudah menjadi tempat wisata budaya kelas dunia.

GWK Bali buka pukul 09.00 WITA – 20.00 WITA. Biasanya dibutuhkan waktu kurang lebih 3 jam untuk kamu berjalan-jalan melihat keindahan GWK ini. Datang di sore hari pukul 15.00 WITA bisa menjadi pilihan untuk kamu yang ingin melihat sunset. Tapi, jika kamu ingin menghirup udara yang lebih segar datang pagi hari juga jadi pilihan tepat. Kalau kamu ingin reservasi atau keperluan yang lainnya bisa banget menghubungi di nomor telepon (036) 1700808. 

Foto: Instagram.com/@gwkbali

Spot Foto Instagramable di GWK

Buat kamu hobi hunting foto, GWK adalah salah satu tempat yang punya berbagai spot Instagramable. Hampir semua sudutnya bisa dijadikan latar belakang foto yang menarik. Apalagi tebing-tebing indah berbentuk lorong labirin dengan background Patung Garuda Wisnu Kencana nan megah. Spot foto ini jadi salah satu favorit wisatawan yang berkunjung ke GWK nih. Tempat ini juga sering jadi pilihan spot foto prewedding buat sebagian pasangan.

Selain pelataran monumen Dewa Wisnu, tempat lain yang juga jadi spot Instagramable di sini adalah Lotus Pond atau kolam teratai. Tempat ini berupa halaman luas layaknya alun-alun dan diapit oleh dua dinding batu kapur yang besar. Lalu ada juga Plaza Garuda yang merupakan tempat hunting foto prewedding, Plaza Wisnu yang berada di puncak bukit dan cocok untuk melihat pemandangan sunset, Taman Indraloka yang sangat cocok untuk menggelar acara pernikahan, dan nggak ketinggalan Street Theater tempat kamu menikmati kuliner dan berbelanja souvenir khas Bali nih.

Nggak sampai di situ, ada juga Plaza Kura-kura yang terletak di antara Street Theater dan Plaza Wisnu. Di sini kamu akan melihat kolam yang tenang dengan air mancur yang dinaungi oleh pohon kamboja dan pohon palem. Tempat yang menarik lainnya adalah Tirtha Agung yang terletak di pintu masuk utama Lotus Pond. Kamu akan menemukan dinding batu berukir yang menceritakan tentang sejarah Garuda Wisnu Kencana dari lahir. Buat yang penasaran sama kisahnya, spot ini bakal menjawab rasa penasaran kamu.

Foto: Instagram.com/@gwkbali

Sejarah Garuda Wisnu Kencana Culture Park

Sebagai taman budaya dan ikon pariwisata Indonesia, Patung GWK diresmikan tanggal 22 September 2018. Patung ini berwujud Dewa Wisnu, yang dalam agama Hindu, Dewa Wisnu merupakan representasi Dewa Pemelihara. Sementara itu, Burung Garuda yang dikendarai oleh Dewa Wisnu merupakan bagian dari kisah Garuda dan Kerajaannya. Diceritakan bahwa Burung Garuda rela berkorban untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan. Saat misi penyelamatan itu, Burung Garuda dilindungi oleh Dewa Wisnu. 

Tempat wisata yang memiliki luas mencapai 240 hektar ini pertama kali dibangun tahun 1992 oleh Yayasan Garuda Wisnu Kencana. Tujuannya adalah untuk membangun tempat wisata budaya yang terkenal bukan hanya di Bali melainkan mancanegara. Untuk mencari lokasi yang tepat, Yayasan Garuda Wisnu Kencana memerlukan waktu hingga 2 tahun. Bukan hal yang mudah ternyata. Dulunya, lokasi yang sekarang menjadi GWK merupakan tempat tambang batu kapur. Karena itu, jangan heran kalau kamu bakal menemukan sisa tebing-tebingnya masih ada sampai sekarang. 

Pada tahun 2013, PT. Alam Sutera Realty Indonesia mengambil alih manajemen kepemilikan Garuda Wisnu Kencana Bali. Seiring berkembangnya waktu di bawah PT. Alam Sutera, GWK menjadi salah satu tempat wisata budaya, acara hiburan, atraksi, serta forum informasi dan komunikasi untuk budaya lokal maupun internasional.

By Weni Arfiyani

Weni merupakan seorang penulis handal dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri media massa. Dengan berlatar belakang pendidikan sarjana Ilmu Komunikasi UGM, Weni merupakan seorang introvert yang memiliki kecintaan yang besar akan kucing, salah satu kucing weni bernama Keero (mukanya bulat banget) yang hobi goleran di selimut dan Milky yang hobinya lompat-lompat kesana kemari. Saat ini Weni tinggal di Magelang, Jawa Tengah dan tengah menghandle beberapa media online meliputi Brilio.net , Infoliburan.com, dan beberapa client dari agensi tempat ia bekerja.