Thrifting saat ini jadi salah satu kegiatan yang hits di kalangan masyarakat, terutama anak millennial dan Gen Z nih. Ya, walaupun dari dulu sudah ada budaya seperti ini, tapi belakangan jadi hits lagi pakai istilah thrift. Beruntung buat kamu yang tinggal di Bali atau lagi berwisata di Pulau Dewata ini, soalnya kamu bisa mampir ke surganya thrifting baju bekas di sini. Pasar Kodok Tabanan, tempat yang jadi incaran para pemburu baju bekas di Bali. Sebenernya, apa sih Pasar Kodok Tabanan?

Buat kamu yang masih asing sama kegiatan thrifting atau memang belum pernah menelusuri seluk beluk Bali, kayaknya wajib tahu nih apa itu Pasar Kodok Tabanan. Tempat ini memang jadi hidden gem buat para wisatawan. Selain jadi pasar lokal yang menawarkan banyak dagangan, Pasar Kodok juga bisa jadi tempat kamu mencari item fashion hingga oleh-oleh khas lho.

Barang yang Dijual di Pasar Kodok Tabanan

Di pasar ini kamu bisa berbelanja berbagai macam baju, celana, tas, topi, sepatu dan berbagai item fashion lainnya dengan harga miring, tapi kualitas barang import. Para penggemar thrift pasti udah tahu, walaupun barang yang dijual bekas, tapi tetap masih berkualitas. Di pasar lokal daerah Tabanan ini, biasanya barang yang dijual berasal dari berbagai negara Asia. Mulai dari Hongkong, Korea, Taiwan, Singapura dan masih banyak lainnya.

Trend thrifting yang sekarang lagi digandrungi menjadikan Pasar Kodok ini sebagai salah satu destinasi wisata saat ke Bali. Kamu bisa membeli berbagai macam pakaian di sini sekaligus memajukan usaha kecil masyarakat setempat lho. Baju yang di Beli bisa kamu jadikan sebagai oleh-oleh atau memang mau dipakai sendiri nih. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sah-sah aja buat thrifting di tempat ini. Barang yang dijual pun beragam, bahkan kalau kamu mau mencari pakaian dalam juga ada lho di Pasar Kodok Tabanan.

Foto : Instagram.com/@goodhandsecond

Asal-usul Pasar Kodok Tabanan

Bagi sejumlah orang, Pasar Kodok mungkin terdengar seperti tempat untuk menjual hewan kodok atau katak. Penamaan pasar ini memang tergolong sangat unik dan filosofinya tuh nggak terduga. Penamaan Kodok pada pasar ini diambil karena tempat ini berdekatan dengan area persawahan yang banyak kodok atau katanya. Karena itu, pasar ini dinamai sebagai Pasar Kodok.

Tapi nggak cuma dari situ aja sejarahnya penamaan Pasar Kodok. Ada juga yang meyakini bahwa penamaan pasar ini dikarenakan kebiasaan pengunjung yang datang ke pasar ini bak katak yang melompat dari pedagang satu ke pedagang lainnya. Dari penamaannya saja, pasar lokal yang satu ini sudah unik banget kan?

Awal mula keberadaan Pasar Kodok ini dimotori oleh para pedagang Madura yang mulai mengadu nasib di Pulau Dewata. Hal ini mulanya terjadi kurang lebih pada tahun 2001. Pada perkembangannya, pasar ini memiliki sedikitnya 300 pedagang yang tersebar di area Pasar Kodok. Dari sekian ratus pedagang ini, di antaranya 80% pedagangnya adalah para perantau dari Madura, sisanya pedagang asal Lumajang dan Bali itu sendiri.

Para pedagang di pasar ini nggak sembarang memajang barang dagangannya lho. Mereka terlebih dahulu mencuci pakaian yang akan dijual dengan pewangi. Bahkan untuk pakaian-pakaian tertentu kadang sudah disetrika terlebih dahulu, kemudian dimasukkan ke dalam plastik dan di-display dengan cara digantung.

Foto : Instagram.com/@dmitrytabachin

Harga Baju Bekas di Pasar Kodok Tabanan

Buat kamu yang tertarik dengan pakaian-pakaian yang ditawarkan, harus banget pinter milih dan kuncinya harus sabar. Kalau kamu sabar dalam memilih, kamu bisa mendapatkan barang yang bermerek dengan kualitas yang masih oke banget. Selain itu, kamu juga bisa menemukan pakaian yang belum pernah dipakai alias masih ada tagnya lho.

Untuk harga, kamu nggak perlu khawatir. Seperti di pasar tradisional pada umumnya, harga di Pasar Kodok masih bisa ditawar. Kamu bisa menemukan barang dengan harga yang dibanderol mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu. Untuk pakaian anak-anak harganya mulai Rp. 3.000 sampai Rp. 5.000 saja kamu sudah bisa membeli barang. Untuk pakaian dewasa harganya Rp. 20.000 sampai Rp. 50.000 saja lho. Banyak juga pengunjung yang rela merogoh kocek sampai ratusan ribu untuk memborong beberapa potong pakaian bekas dengan merk terkenal. Seperti Levis, Uniqlo, Puma, dan masih banyak brand-brand terkenal lainnya. Kapan lagi dapat barang branded, kualitas oke dengan harga ramah di kantong?

Berbagai toko di Pasar Kodok bahkan menyediakan ball segel untuk dijual kembali bagi para tengkulak. Nggak heran kalau Pasar Kodok dijuluki sebagai surganya thrift di Bali. Karena memang tempat ini merupakan pasar pakaian bekas terbesar yang ada di Pulau Dewata. Setiap hari pasar ini hampir tidak pernah sepi pembeli. Apalagi kalau weekend, parkiran akan dipenuhi mobil-mobil mewah para pengunjung yang kulakan ball-ball pakaian bekas.

Yaps, Pasar Kodok juga menjadi pusat kulakan para pedagang thrift. Pengunjungnya juga nggak hanya dari Tabanan saja dan nggak cuma pemakai saja lho. Banyak juga pengunjung dari luar Tabanan yang sengaja mampir ke tempat ini. Beberapa turis-turis backpacker juga bisa kamu temui di Pasar Kodok ini. Pasar ini ramai pengunjung mulai pukul 10.00 WITA. 

Foto : Instagram.com/@ernyyulialaksono

Tips Ke Pasar Kodok Tabanan

Saat ke Pasar Kodok ada baiknya kamu memakai outfit yang nyaman ya. Supaya lebih leluasa saat memilih pakaian yang kamu inginkan. Oh ya, jangan lupa untuk memantau cuaca hari itu, kalau hujan kamu juga butuh payung buat jalan-jalan dengan leluasa di sini. Selain itu, bawalah beberapa barang tambahan seperti kamera karena pasti akan sangat dibutuhkan buat kamu foto-foto hits.

Mengunjungi Pasar Kodok kurang afdol rasanya jika nggak mengabadikan moment. Meskipun hanya pasar pakaian bekas pakai, Pasar Kodok punya beberapa spot estetik yang wajib kamu abadikan. Dengan background baju-baju, membuat hasil foto lebih berwarna dan Instagramable. Nggak hanya sebagai tempat berbelanja, Pasar Kodok juga bisa dijadikan tempat untuk wisata.

Foto : Instagram.com/@tngkswrjy

Selain menyediakan berbagai pilihan thrift, Pasar Kodok juga dikenal dengan wisata kuliner yang sangat recomended di Tabanan. Beberapa di antaranya adalah sate ayam, sate sapi, soto sapi, bakso, siomay, kare ayam, dan banyak pilihan lainnya. Untuk harga pastinya ramah dikantong. Kamu juga bisa menikmati makanan tersebut sambil minum kelapa muda atau pilihan minuman yang lain.

Dengan pemandangan pengunjung yang lalu lalang, kegiatan ini bisa jadi pilihan santaimu. Selain adanya tempat makan, Pasar Kodok juga punya fasilitas yang cukup memadai. Mulai dari tempat parkir, kamar mandi atau MCK, dan tempat beristirahat. Buat kamu para wisatawan yang kebetulan ingin bermalam di dekat Pasar Kodok, nggak perlu khawatir ya. Di dekat Pasar Kodok tersedia banyak penginapan dan villa yang bisa kamu temui.

Foto : Instagram.com/@cacao0719

Tempat yang berlokasi di daerah Tabanan ini hanya berjarak kurang lebih 30 menit dari Tanah Lot. Kalau kamu berwisata ke Tanah Lot, bisa banget buat mampir ke Pasar Kodok ini. Lokasinya yang cukup terjangkau membuat pasar ini pas untuk tujuan berbelanja kamu. Tertarik ke Pasar Kodok bukan? Sayang banget kalau ke Bali nggak mampir ke pusat thrift terbesar di Bali. Kalau kamu ingin ke Pasar Kodok, bisa mengunjungi alamat di bawah ini.

Alamat :

Gg. V, Dauh Peken, Kec. Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali 82113 atau juga bisa check langsung ke Google Maps.

Pasar Kodok yang terletak di Tabanan ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 WITA sampai 17.00 WITA. Kalau kamu ingin melihat keramaian di sini bisa banget datang di pagi hari. Datang di sore hari juga nggak kalah seru lho. Kamu bisa menikmati pergantian waktu sambil berburu harta karun di Pasar Kodok. Kalau sudah dapat pakaian yang kamu suka, jangan lupa untuk merendam atau direbus dengan air panas ya supaya lebih steril.

By Weni Arfiyani

Weni merupakan seorang penulis handal dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri media massa. Dengan berlatar belakang pendidikan sarjana Ilmu Komunikasi UGM, Weni merupakan seorang introvert yang memiliki kecintaan yang besar akan kucing, salah satu kucing weni bernama Keero (mukanya bulat banget) yang hobi goleran di selimut dan Milky yang hobinya lompat-lompat kesana kemari. Saat ini Weni tinggal di Magelang, Jawa Tengah dan tengah menghandle beberapa media online meliputi Brilio.net , Infoliburan.com, dan beberapa client dari agensi tempat ia bekerja.